Sabtu, 03 Februari 2018

Binter Merzy KZ200, Sang Legenda Dari Kawasaki

Tulisan saya ini akan lebih banyak bercerita tentang Binter Merzy kepunyaan saya sendiri bukan membahas Binter Merzy secara umum. Ya ngomongin masalah hoby motor memang tidak akan pernah ada habisnya. Baik hoby motor keluaran teranyar maupun motor tua sampe motor tuek yang style jadulnya terus meroket gak mau kalah kekinian. Binter Merzy masuk yang mana? menurut saya masih masuk kategori motor Tua belum masuk kategori Tuek karena masih banyak mbah- mbahannya seperti BSA, Norton, AJS, Harley yang di produksi di tahun 1960an. Kalau ngomongin motor tua ada aja masalahnya dan menurut saya juga setiap masalah di motor itu besar kecilnya juga tergantung ownernya. Kalau di bilang perfeksionis sih enggak juga karena kalau perfeksionis harus ngikuti sama tebal kantong. Akan tetapi dari awal pelihara GL100 tahun 1979 saya selalu berusaha merubah apa yang saya rasakan belum nyaman sampai terasa nyaman untuk di kendarai. Baiklah untuk Binter Merzy yang saya dapat ini pun juga perlu banyak penyesuaian. Saat itu saya dapat dari om arif bona di Yogyakarta pada saat di iklankan kondisi motor bagus tidak ada PR, ya secara umum motor tinggal pancal gas. Kembali lagi ke selera tingkat kenyamanan bagi saya juga estetika eyeketching nya menurut saya perlu di sesuaikan lagi. Jelas selera owner yang lama dengan saya berbeda dan hal ini tidak perlu menjadi perdebatan sengit dan panjang wakakak

 

Pada suatu hari saya sedang servis GL100 saya di sebuah bengkel di Sunggingan Boyolali lewatlah sebuah motor yang saat itu saya belum mengenali betul dari segi bentuknya. Blug…blug…blug…jeblug kira- kira begitulah suara knalpotnya ketika motor itu melaju santai lewat di depan saya. Setelah saya ngobrol dengan beberapa teman dan mekanik akhirnya saya mendapat jawaban bahwa itu Binter Merzy dan langsung oncek ke Google ternyata benar fisik yang saya liat dengan foto di Google sama. Masih dalam khayalan galau saya meracau alias ngomyang ngomongin Binter Merzy yang entah kapan akan kebeli. Dulu sewaktu almarhum mas Danu masih hidup saya sering curhat sama dia kalau pengen punya Binter Merzy 1 aja. Akhirnya setelah kebanyakan berkhayal dan meracau saya jadi gatal pengen tau harga pasaran motor ini. Buka Facebook dan searching semua grup yang berbau motor ini. Sekitar satu sampai dua bulan saya memantau pergerakan grup- grup yang sudah saya ikuti. Sampai akhirnya saya beranikan posting di salah satu grup ” di cari binter merzy standar surat lengkap pajak hidup di utamakan plat AD “. Tak lama postingan saya kemudian di komentari beberapa orang yang memang sedang menjual motornya atau yang tau info motor yang sedang dijual. Saat itu ada 2 pilihan sama- sama plat AD satunya milik om Arif bona dan satu lagi om Teguh namun posisinya di tegal. Setelah negoisasi cukup panjang akhirnya pilihan saya jatuh ke Binter Merzy om Arif Bona. Setelah deal motor langsung saya jemput ke Yogyakarta bersama Fajar Begundal CB Klaten. Nah untuk kondisi awal saya serah terima motornya akan saya ceritakan yang kemudian di ikuti foto- foto. Binter Merzy platina tahun 1980 dengan frame dan mesin standar asli bawaan platina begitu juga tangki nya masih kotak khas platina dengan cat hitam mulus mengkilat. Posisi stang stir cukup tinggi atau bahasa kerennya semi hanger. Ban dan velg depan masih bagus standar ring 18, untuk ban belakang cukup alus dengan velg standar dan masih bawaan pabrik yaitu besi takasago ring 17. Jok saat serah terima masih tertempel jok modifikasi ala japstyle namun sesuai kesepakatan di kasih bawaan jok standar platina nya. Lampu- lampu komplit ada semua dan spion juga ada model crhome classic. Mesin nyala normal kickstater mudah dan stasioner. Setelah saya bayar dengan uang tabungan gaji 3 bulan di tambah THR motor langsung saya gas bawa pulang ke Klaten, untuk sementara saya titipkan di rumah Fajar Begundal CB Klaten.

Binter Merzy, KZ200

Binter Merzy, KZ200

13445626_10210205033269405_5352672697199689186_n 13450799_10210205030189328_5696551038247606150_n 13450941_10210205035989473_4823323544986111569_n 13528872_10210302413783857_311952490123938062_n

13434929_10210205029029299_9063713013014058548_n 13450782_10210205025109201_851637522133404016_n (1) 13450782_10210205025109201_851637522133404016_n

Oke sekarang saya ceritakan first impression saya tentang motor ini. Saya ceritakan base on motor ini ya bukan secara umumnya binter merzy. Motor Binter Merzy dengan volume mesin 200CC transmisi 5 percepatan dengan kompresi sekitar 1:8. Tarikan dari awal sampai akhir termasuk berat di tambah pula bobot motor yang memang berat sekali. Mesin masuk kategori kasar bunyi clak clak clak kencang sekali, maklum motor sudah tua. Knalpot standar masih alus tidak polusi suara. Lampu depan cukup terang untuk jalan malam masih aman. Dari saya pribadi ngomongin kekurangan motor ini saat saya terima adalah stir atau comstirnya sudah oblak jadi ketika kena lubang stirnya bunyi “jeglakkk”. Kemudian setelah saya pakai beberapa kali terasa ban belakang goyang sepertinya masalah lengan ayun atau mungkin laher roda. Untuk bagian mesin ada beberapa bagian yang oli nya rembes yaitu di paking head, baut tusuk sate yang paling atas dan bagian filter oli.

Di garasi workshopnya Fajar sempat di ganti knalpot dan jok

Di garasi workshopnya Fajar sempat di ganti stir, knalpot dan jok

Setelah di ganti knalpot dan jok inilah motor langsung saya jajal lintas propinsi ke Tuban Jawa Timur dengan kondisi jalan raya datar dan sedikit berbukit. Setelah mesin panas menempuh perjalanan sekitar satu jam terlihat di beberapa bagian terdapat rembesan oli juga terasa roda belakang seperti ngegeyol.

Rembes

Rembes

20160802_155217 20160802_155234

Tiba di Tuban langsung operasi kaki- kaki

Tiba di Tuban langsung operasi kaki- kaki sekalian ganti ban belakang yang alus

Setelah di bongkar boshing swing arm sudah aus minta ganti karena saya belum tau part penggantinya maka saya pakai semaksimal mungkin yang ada. Karena ban belakang sudah alus sekalian saya ganti tapi sayangnya saya salah beli ukuran, malahh beli yang terlalu kecil. Selanjutnya ketika ada waktu longgar saya coba- coba bongkar bagian head mesin coba solving kenapa oli  nya pada rembes.

20160823_210051-1 20160823_200345

Bongkar

Bongkar

Sekalian ganti laher noken as udah oblak dikit

Sekalian ganti laher noken as udah oblak dikit

Setelah beres perbaikan part 1 motor saya pakai sehari- hari untuk transpotasi sekitaran Tuban dan Lamongan. Alhamdulillah so far so good tidak ada kendala berarti. Setelah ganti laher noken as yang sedikit oblak mesin jadi sedikit lebih alus. PR selanjutnya adalah ganti boshingan swing arm yang sudah sedikit oblak.

20160803_185545

Selesai bongkar- bongkar

Selesai bongkar- bongkar

Beliin Tepong Platina Repro dari Plat Drum

Beliin Tepong Platina Repro dari Plat Drum

Cat Ireng Dof

Cat Ireng Dof

 

Gak pakai Selincer Knalpot, cuma leher angsa aja

Gak pakai Selincer Knalpot, cuma leher angsa aja

pakai selincer pipo di potong miring biar kayak inggrisan

pakai selincer pipo di potong miring biar kayak inggrisan

Ganti Knalpot Congor Babi punya nya CB style

Ganti Knalpot Congor Babi punya nya CB style

Kejamnya jalanan Tuban- Lamongan sampe mika lampu belakang lepas hilang entahlah

Kejamnya jalanan Tuban- Lamongan sampe mika lampu belakang lepas hilang entahlah

Ganti CDi shogun

Ganti CDi shogun

Ada waktu buat benerin boshing arm di ganti pakai laher 6902 jumlahnya 10, kanan 5 kiri 5

Ada waktu buat benerin boshing arm di ganti pakai laher 6902 jumlahnya 10, kanan 5 kiri 5

Dan untuk pertama kalinya saya trouble di jalan yaitu saat perjalanan balik dari Lamongan ke Tuban. Tetiba setelah lampu merah Pucuk motor tersendat dan mati tadinya saya kira bensin telat mengaliri karburator atau mungkin busi nya mati. Karena tidak bawa kunci- kunci akhirnya pasrah motor saya dorong pelan- pelan di pinggir jalan raya. Oiya kalau masalah CDI sebelumnya pernah mati karena pakai Imitasi merk tukugawa dan sudah saya ganti dengan CDI shogun merk sindhegen. Namanya rejeki datang tidak di sangka- sangka ndilalah ada rombongan anak CB habis ada acara dari Surabaya sedang perjalanan pulang ke Rembang- Pati berhenti dan seperti biasa adat pecinta motor tua yaitu menawarkan bantuan. Karena anak2 CB Rembang- Pati ini juga tidak cocok kunci businya akhirnya motor di step alias di pancal sampai Tuban. Ternyata pas sampai Tuban saya minta tolong pudin bawakan kunci busi dan di cek ternyata businya tidak bermasalah, namun CDI yang bermasalah. Sampai di kosan motor langsung saya istirahatkan saya juga istirahat biar esokan harinya bisa mengoperasi ada apa gerangan.

Di bantuin anak CB Rembang- Pati

Di bantuin anak CB Rembang- Pati

Coba di operasi lagi dan di Analisa

Coba di operasi lagi dan di Analisa

Ternyata setelah nyerah dan saya pasrahkan mekanik andalan saya mas Kayyis motor terindikasi soketnya kendor, karena setelah di coba pakai CDI mas kayyis motor juga sering hidup mati. Setelah di ganti soketnya motor aman ngacir kembali. Karena bosen juga dengan style ireng dof cat saya kelupasin dan saya bikin rusty style.

Kondisi Terakhir setelah gonta ganti stir tinggi dan balik lagi ke stir tiger agak pendek tanpa cat alias rusty knalpot congor babi bedelan adem ban sudah gede semua depan belakang 18x3.50 dan 17x4.00

Rusty Style

Kondisi Terakhir setelah gonta ganti stir tinggi dan balik lagi ke stir tiger agak pendek tanpa cat alias rusty knalpot congor babi bedelan adem ban sudah gede semua depan belakang 18x3.50 dan 17x4.00

Kondisi Terakhir
setelah gonta ganti stir tinggi dan balik lagi ke stir tiger agak pendek
tanpa cat alias rusty
knalpot congor babi bedelan adem
ban sudah gede semua depan belakang 18×3.50 dan 17×4.00

Projek masih terus berjalan, angan- angan berikutnya adalah ngecat full termasuk rangka, tapi masih bingung antara hitam dof atau hitam gilap. Untuk body sudah cukup senang seperti ini, stang medium shock depan standar, tangki, tepong dan jok platina, ban depan belakang gambot, knalpot mungkin akan saya ganti model RE.

Nah kalau untuk suka gak suka nya motor ini bagi saya adalah:

Yang jelas paling saya suka adalah suara knalpotnya kalau langsam kayak inggrisan atau eropa, jeblug jeblug blarrr. Selain itu motor ini terlihat besar panjang dan gagah. Untuk performa mesinnya motor ini gak bisa di pakai pecicilan dalam kota, memang desainnya dirancang untuk touring jarak jauh jadi di buat untuk kenyamanan jangka pangjang dan ketahanan jarak terjauh. Untuk kecepatan atau lari nya sesungguhnya motor ini bisa di bilang kencang sekali asal berani dan sabar menunggu tenaga putaran atasnya tiba. Saya sendiri belum pernah sampai mentokin gas. Takut? iya memang takut juga saya tidak tega mendengar raungan mesinnya yang gak karuan. Seringkali cukup sampai separo gas nya saja sudah kencang, kalau di kira- kira ya lari 100kpj lah dalam trek lurus dan mulus.

Nah yang gak saya suka dari motor ini apa? yang pertama bobot motornya sendiri sudah sangat berat apalagi di tambah beban bobot saya 70kg jadi makin berat kan kalau lagi riding. Selain berat juga akslerasinya menurut saya lemot jadi harus beneran sabar menunggu saatnya pindah gigi transmisi. Sparepartnya sudah susah mahal pula mana subtitusinya gak segampang keluarga GL/CB pun. Satu lagi tapi sebenere gak terlalu gak suka atau lebih condong ya maklum biasa aja sih, mesinnya yang kasar hampir kayak diesel suara clakk clakk clakk nya kenceng euy.

video

Jumat, 26 Januari 2018

Yamaha RX Special, Motor Tua Special Dirawat dengan Special

Awalnya saya tidak tertarik untuk membeli motor jenis ini. Bahkan dalam obrolan saya lewat chating dengan salah satu pengguna motor sejenis ini saya di bujuk rayu agar juga memakai dan merawat motor jenis ini. Awalnya sih saya menolak bahkan bisa di bilang saya membenci motor jenis ini. Pada suatu ketika hanya karena suaranya yang merdu saya tetiba berubah pikiran ingin memiliki satu aja yang sejenis. Setelah mencari info kesana kemari akhirnya pilihan jatuh pada Yamaha Rx Special yang masih satu darah dengan RX King. Sewaktu SMA sih pernah pelihara motor 2tak yaitu F1ZR kebayang lah borosnya bensin dan oli samping seperti apa, tapi ah sudahlah cara simpelnya kalau ada uang beli bensin ga ada uang ya gak usah naik motornya. Pada suatu ketika terjadilah transaksi yang di bantu kawan saya Fajar begundal CB Klaten akhirnya saya meminang Yamaha RX Special bahan dengan kondisi cukup memprihhatikan. Body tinggal 70 persen dengan cat kusam tidak terurus. Roda depan belakang sudah tipis dan model ban cacing yang saya kurang suka. Mesin cukup sehat hanya bagian pompa oli sampingnya rembes. Untuk dokumen surat menyurat lengkap bahkan lengkap dengan keterlambatan pajak yang sampai 9 tahun.

Hal pertama kali yang saya lakukan adalah menghidupkan kembali surat menyurat yang telah lama mati sekalian balik nama. Karena saya tidak mau ribet saya minta tolong saja ke biro jasa dan sepaket dengan harga 1.600.000 rupiah tau jadi surat sudah aman untuk touring seluruh indonesia. Seiring berjalannya waktu sambil saya pakai ke kantor Kartasura sambil dirasakan apa saja yang kurang dan perlu pembenahan. Sambil mencari inspirasi mau di modif model apa saya ngobrol dengaan beberapa teman yang paham tentang motor ini. Ya akhirnya tidak jauh- jauh dari kesan klasik akhirnya pilihan jatuh ke model Yamaha RX100 keluaran sebelum RX Special. Dalam sebuah obrolan grup WA saya mendapat kiriman foto motor RX King yang sudah di modif full RX100 nampak begitu klasik dan gagah. Mulai dari situlah saya mulai hunting tangki Yamaha RX K 135 yang lebih bulat klasik serta Jok RX100 agar nuansa RX100 bener bener terasa.

Inspirasi, Gambar Comot dari Gugel

Inspirasi, Gambar Comot dari Gugel

Foto diatas bukan motor saya tapi rencana saya akan dibuat semirip itu. Setelah beberapa bahan modifikasi saya dapatkan seperti tangki, jok, velg lebar, knalpot udang kemudian saya minta tolong kawan saya Fajar Begundal CB klaten untuk meng-eksekusi-nya. Tahap awal adalah merubah beberapa dudukan tangki dan jok pada rangka RX Special agar bisa di pasangkan Tangki dan Jok yang sudah saya dapat. Pengerjaan merubah beberapa dudukan pada rangka memakan waktu sekitar 3 hari kemudian di lanjutkan dengan membersihkan kotoran pada rangka motor. Setelah bersih dan part dapat terpasang dengan baik motor langsung di cat dengan warna rangka Merah padam kemudian warna body adalah Hitam dof. Semua pengerjaan saya serahkan sama Fajar.

Awalnya saya pakai knalpot mode seperti ini, gambar nyomot gugel

Awalnya saya pakai knalpot mode seperti ini, gambar nyomot gugel

1471250964150 1471250986817

Mulai Pengecatan, dasaran pakai poxy dulu

Mulai Pengecatan, dasaran pakai poxy dulu

Setelah bahan modifnya ngumpul semua lanjut di eksekusi sama fajar ke tahap pengecatan. Dengan warna rangak merah dan body seperti tangki, tepong, spakbor berwarna hitam dof. Untuk velg dengan ukuran depan 2.15 dan belakang 2.50 ring 17 di gebyur warna hitam dof.

1471329435214 1471339850439 1471339853487

Lanjut pewarnaan

Lanjut pewarnaan

1471573034719 1471876193788

Perakitan

Perakitan

Modifikasi motor ini masih banyak mempertahankan part aslinya atau bawaannya. Untuk Shock depan, rangka, lampu depan belakang, tepong aki serta tromol masih part bawaan ketika beli. Untuk velg, tangki, jok, begel, shock belakang knalpot terpaksa saya beli lagi. Untuk mesin sendiri masih standar RX Special over size 0.75 karena kahanan bukan karena ingin kencang.

1472637406612

Udah Mejeng

Udah Mejeng

20161104_222935

Setelah jadi dan siap gas motor langsung saya reyen ke Tuban via jalur Sragen-Ngawi-Cepu-Bojonegoro-Tuban. Karena belum biasa saya tak memaksa untuk berlari kencang motor ini. Setelah sampai Tuban motor lebih sering untuk wira- wiri sekitar dalam kota dan sesekali untuk ke Lamongan. Tak lama tinggal di Tuban motor ini akhirnya saya bawa ikut berkunjung ke sebuah acara Yamaha RX King di Blitar. Alhamdulillah perjalanan Tuban- Blitar saya tempuh dengan lancar tanpa kendala apapun. Karena sebelumnya beberapa kali mengalami overheat dan mesin ngancing dalam perjalanan menuju Blitar pun saya gas santai agar mesin sehat sampe lokasi begitu juga sehat untuk di gas pulang. Dari Blitar karena masih ada waktu libur satu hari saya pilih mampir kerumah dulu sekalian menjajal kemampuan mesin motor saya dengan melewati jalur pegunungan Ponorogo- Magetan- Karang anyar. Selama perjalanan pulang pun Alhamdulillah mesin motor sehat wal afiat karena di tunjang suplemen tentunya.

Setelah jadi langsung gas Touring

Setelah jadi langsung gas Touring

Video Touring

Untuk rincian Spesifikasi Motor

Frame : standar original RX Special
Mesin : Standar Original RX Special

Part mesin sempat mengalami pergantian part karena umur, Laher kruk as set pakai FAG C3

untuk stang seher dan seher set pakai NPP

Karbu dari standar RXS merk Lippo ganti ke Moto1 28mm

Shock Depan : Standar Original RX Special

Shock Belakang : Yoshimura ukuran 34cm

Tangki : Standar Original Binter GTO

Jok : Standar Original RX100

Begel : Standar Original RX100

lampu Depan : Variasi Autopal H4 —> convert ke Repro Honda S90 –>> convert lagi ke original binter GTO

Lampu Belakang : Standar Original RX Special

Velg : 17×2.15 dan 17×2.50 Rossi Alumunium –>> convert ke Rossi 18×2.50 depan belakang

Stang stir : Standar RX King New Original
Knalpot : Udang Atas lokal —>> convert ke Udang Bawah lokal

Lampu Sein : Variasi Imitasi

Spion : Standar Original Mio Lama

PhotoGrid_1473346421265

Senin, 08 Januari 2018

Petruk Reborn Legend, GL100 Kembali Ke Fitrah

417456_484589441553405_1738287833_n

Numpang ceritain tentang si petruk ya. Iya jadi biar kayak alay kekinian motornya di kasih nama dan namanya petruk. Alhamdulillah ini motor pertama saya yang beli pakai duit sendiri. Dulu waktu kerja pertama habis lulus kuliah di bintaro saya sering curi curi pandang ke meja sebelah depan saya, tepatnya meja nya om Aditya Muliawan. Nah om adit ini kalau lg sepi kerjaan suka browsing motor- motor classic di kustom gitu. Akhirnya beraniin diri sok kenal sok deket trus ngobrol tentang motor. Dan akhirnya saya positif kena racun mainan motor classic kustom.

Iya dulu gaji saya cukup pas-pasan buat hidup sehari hari kadang sisa dikit buat di tabung atau buat piknik. Karena saya memang susah nabung akhirnya beraniin diri pinjam uang ke ayah saya untuk beli motor bekas. Setelah hunting di dunia maya kesana kesini akhirnya saya dapat di daerah Bandung. Iya betul dulu 2011 memang masih susah hunting bahan motor ginian gak kayak sekarang yang udah kayak kacang rebus. Dengan bantuan Ghani Habibie akhirnya si empunya motor  berhasil di bribik dengan deal harga 3juta.
Kalau ingat kondisi awal motor ini rasanya pengen nangis wakaka lebay ya. Saya dapatnya dengan kondisi tangki japstyle kecil, jok sudah japstyle dan ekor sudah di potong di ganti pipa U trus stang juga model japstyle. Setelah dibayar lunas motor malamnya langsung saya gas balik ke Bintaro boncengan sama Syah Rafi Alfatah padahal motornya gak meyakinkan buat di pakai jauh, spakbor depan gak ada, spakbor belakang pendek dan nyiprat itupun lepas di tengah perjalanan di sekitar Cianjur terus lampu depan di pasangi lampu kabut mobil gitu. Tapi Allah selalu memberi perlindungan kepada kami sepanjang perjalanan dan Alhamdulillah motor gak ada trouble yang berarti.

Udah Sempat Ganti Tangki Yamaha L2s

Udah Sempat Ganti Tangki Yamaha L2s & masang Spakbor depan

Sampai di kos- kosan Bintaro keesokan harinya di ketawain sama temen temen kosan, katanya ” thur motor rongsokan kayak gini kok lu beli “. Pelan pelan saya ragati agar supaya sedikit eyeketching layak di lirik di jalanan ibu kota. Awal proses rehabilitasi motor ini adalah merubah platina ke CDI dengan mengganti blok magnit, spul dan magnit nya. Saat itu saya dapat blok magnitnya di tukang rosok ciledug harga 70ribu kemudian nyari spul dan magnit sampai ke daerah dekat bogor saya lupa namanya, spul supra dan magnit gl series kalao gak salah dapat harga 250ribu. Setelah dari segi pengapian dan mesin cukup stabil saya mulai merubah tampilan body. Tahap pertama saat itu langsung ganti stang tiger yang tinggi kemudian tangki yang standar namun classic pakai tangki yamaha l2s dan spakbor depan serta postep depan dibuat semi trail. Stang tiger dapat original beli di bengkel daerah ciledug ownernya orang Jawa Timur, terus tangki spakbor dan ubahan postep depan dapat di daerah pos pengumben. Biaya rubahan pertama itu sekitar 900ribu berupa stang, spakbor, postep trail dan merapikan leher angsa knalpot. Sambil di pakai jalan sementara body sudah mulai stabil tidak diubah ubah lagi sampai akhirnya ganti shock belakang model monoshock dapat shocknya jupiter MX kayaknya seken harga 150ribu plus masang di tukang las teralis pagar kena biaya 45ribu. Kirain pakai monoshock enak eh lhakok terlalu empuk trus juga kurang stabil kalau belok di buat miring/cornering geol geol gtu. Ngumpulin uang sambil di pakai sampai bosen yang sampai akhirnya pindah kantor dan kos kosan ke daerah kota kasablanka juga belum di balikin ke model dualshock. Tapi meskipun belum fix waktu itu saya paksakan untuk di cat lebih dulu biar agak bersih, rangka saya cat spray sendiri habis 3 kaleng pilox 100ribu kemudian tangki tepong dan spakbor saya serahkan salah satu bengkel cat di Bintaro semuanya 350ribu dan hasilnya bagus kinclong. Bertahan dengan gaya japstyle monoshock aneh warna merah sekitar 2 tahun dan pada saat saya mudik saya naikin dari Jakarta sampai Boyolali yang hasilnya per klep pecah trus ring seher juga pecah salah satu dan alhamdulillahnya motor masih bisa dipaksa jalan sampe rumah dengan selamat. Ketahuan banyak kerusakan bagian mesin ketika saya masukin bengkel langganan saya di Sunggingan yang akhirnya sekalian saya oversize burengnya pakai seher tiger standar dengan biaya seingat saya sekitar 700ribu all in termasuk benahin kerusakan minor lainnya. Kalau gak salah motor masih saya tinggal dirumah dan saya kerja di Jakarta. Beberapa bulan setelahnya saya mudik lagi sekalian ganti swing arm balik ke gl100 model pipa serta dual shock pakai punya honda win (KW super). Keluar biaya lagi saat itu sekitar 600ribu untuk swing arm, shock dan sekalian servis ringan.

539382_484585571553792_1195084059_n 418926_484586241553725_1941400900_n 394378_484586051553744_1326665857_n 390865_484585824887100_1624138212_n 375892_484589118220104_1087348057_n

Proses pengecatan dan perbaikan sedikit- demi sedikit garap sendiri aja karena budgetnya tipis euy

542511_484586401553709_148807237_n 561626_484588564886826_412634248_n

Pas udah di Cat masih seger kinclong bersih

Pas udah di Cat masih seger kinclong bersih

Motor udah mulai sesuai selera saya dan pas balik ke Jakarta saya bawa riding lagi dengan mampir bandung karena ternyata saya mengalami trouble di daerah Salatiga. Entahlah saat itu saya kenapa nekat saja terus melaju ke arah Jakarta bukannya balik arah pulang dulu di benerin. Jadi waktu sebelum masuk ringroad Salatiga itu saya mbuntutin vixion ya lumayan bisa ngimbangin sih tapi entah terlalu kencang atau bagaimana tetiba ada bunyi krakkk dari dalam mesin. Saya berhenti sebentar dan cek kondisi serta tes jalan kok masih mau diajak jalan meskipun pada rpm tinggi bunyi krakkk nya kumat lagi. Yasudah saya tetap riding pelan pelan dari Salatiga mulai stabil pelan di kecepatan 40-50kpj. Karena trouble tujuan awal saya Jakarta langsung ganti mampir Bandung dulu, padahal Salatiga- Bandung itu masih jauh banget. Tau kan kalau normal Salatiga- Bandung bisa 8jam atau mungkin 7 jam, karena gak bisa kencang perjalanan saya kalau gak salah waktu itu dari pukul 08.00 tiba di Bandung pukul 21.00 lumayan jadi 13 jam perjalanan. Pas nyampai Bandung langsung di bongkar, iya Bandung ada bengkel langganan juga di daerah pasar Dayeuhkolot ownernya orang Jawa Timur Mojokerto kalau gak salah. Setelah di bongkar rupanya per klepnya gak kuat dan salah satunya pecah. Baru setelah beres di ganti per klep motor lamgsung saya gas lagi ke Jakarta. Di Jakarta ya biasa sih cuma buat mondar mandir kekosan temen atau nyari makan. Motor bertahan tanpa rubahan sampai akhirnya saya resign dari perusahaan tempat saya bekerja saat itu. Setelah beberapa bulan bertahan kondisi nganggur di Jakarta dan memutuskan untuk stay di Bandung dulu mengingat bisa numpang kosan adek saya sembari nyari kerjaan lagi. Dan di Bandung pun motor cuma sempat nambal tangki bensin yang keropos karena karatan. Sampai akhirnya udah kehabisan alasan bertahan di Bandung saya pun pulang ke rumah orang tua saya di Boyolali.

Mblakrak Ke Situ Cileunca

Mblakrak Ke Situ Cileunca

Sering Buat Wira-wiri jakarta Bandung dan Jakarta Boyolali

Sering Buat Wira-wiri jakarta Bandung dan Jakarta Boyolali

Pernah buat Prewed Cikerik dan Neng Vera

Pernah buat Prewed Cikerik dan Neng Vera

11665490_1045427218802955_8942324647882456173_n

Dirumah sering bongkar sampe dimarahin ibu

Dirumah sering bongkar sampe dimarahin ibu

10425022_1044109542268056_711849445032338934_n

Sebelum di cat ulang habis modif tangki dan tambal yang bocor

Sebelum di cat ulang habis modif tangki dan tambal yang bocor

Selama dirumah motor gak banyak mengalami perubahan ya cuma berkali kali bocor aja tangki bensinnya. Motor sempat buat nyari uang srabutan bantuin jadi TL di Dieng lumayan buat PP Boyolali- Dieng beberapa kali. Ohiya sebelumnya motor masih di Bandung karena saya pulang ke Boyolali sambil bawa barang satu tas penuh segede kulkas dua pintu jadi ya naik bis aja biar gak capek. Nah ceritanya gegara postingan status bbm teman saya Thian Septian H akhirnya petruk di bawain pulang dari Bandung ke Jogja. Entahlah waktu itu saya modal percaya aja yakin aja sama Thian dan tentunya pasrah sama Allah, gimana enggak wong kenal Thian juga belum lama apalagi kenalnya juga di media sosial. Alhamdulillah petruk mendarat di Jogja dengan selamat bersama Thian meskipun katanya sempat trouble di Majalengka dan di tulungin sedulur CB Majalengka. Nah tau gak kenapa motor bisa di bawain Thian? Wakaka ceritanya karena mau riding ke Bali berdua naik CB. Nah jadilah kami touring ke Bali nekat bener bener nekat ya karena pertama kami tidak tau jalur asal gas aja ikuti plang pentunjuk jalan trus kedua motor Thian ini masih setengah jadi yang akhirnya maksain pinjam motor mas Prima Danu (almarhum) dengan di swap mesinnya pakai mesin motor orang Jakarta yang belum di ambil di bengkel mas Danu.

Mblakrak Ke Bali, trouble gir depan motor thian mencelat

Mblakrak Ke Bali, trouble gir depan motor thian mencelat

Nyampe Bali Juga

Nyampe Bali Juga

Background Gunung Batur

Background Gunung Batur

Tangki Rembes terus

Tangki Rembes terus

Opname pertama di bengkel mas Danu

Opname pertama di bengkel mas Danu

Sebelum Cat Ulang sering wira- wiri Boyolali Dieng

Sebelum Cat Ulang sering wira- wiri Boyolali Dieng

12002926_1086238718055138_1904092880612440802_n

Habis di cat ulang masih seger

Habis di cat ulang masih seger

1936189_1164654326880243_4705368319819319271_n 12472547_1166350593377283_3247526927224187356_n 12509288_1146366692042340_1046234444149240935_n 12042882_1086970547981955_7028935725362524339_n

Habis Di Cat buat mblakrakan kemana mana

Habis Di Cat buat mblakrakan kemana mana

Gas ke Bali karena mungkin banyak pemaksaan kami pun banyak mengalami trouble baik saat berangkat maupun pulang, namun disitulah seru nya perjalanan kami dan level pertemanan kami di uji. Motor yang di bawa Thian mulai dari gir depan loncat dan ilang trus oli rembes netes terus sampai di tengah jalan sudah sampai Pasuruan mesin minta di kirim ke Jakarta pokoknya ada ada aja. Di Besuki kami di ajak ngopi sedulur Noe Febyatmaja, dan lanjut lagi sampai Bali ketemu mas Acun dan benerin motor Thian di bengkel juragannya mas Acun ganti gir rantai dan perpak yg pada rembes. Nah pulang dari Bali inilah saya mulai tertarik untuk rubah jeroan mesin agar lebih galak. Sebelum dana saya habiskan untuk merubah jeroan mesin saya iyakan ajakan dadakan si Endang Purwanto gas ke Rote NTT sehabis lebaran. Dengan ongkos minim saya nekat berangkat dan alhamdulillah motor gak trouble selama pergi dan pulang. Beberapa minggu setelah dari NTT saya di tawari kerja oleh om asep di kartasura dan langsung saya iyakan. Sedikit saya sisihkan gaji saya buat merombak daleman mesin GL100 alias petruk. Tahap pertama saat itu saya disarankan ganti kruk as yang panjang langkahnya sama dengan tiger pilihannya pakai kruk as tiger atau di stroke up. Nah karena saya dapat tawaran kruk as yang sudah stroke up sama punya tiger, saat itu beli punya nya Moga Narayudhaseharga 350 kalau gak salah. Langsung bawa ke bengkel mas Danu(almarhum) untuk di operasi, mondok selama seminggu dan habis dana 750an ribu untuk balancing ulang kruk as, laher kruk as, seher cbr150 satu set dan merubah ruang bakar. Pertama kali saya menaikinya memang kejam tenaganya jadi bringas susah diajak pelan. Sampai bertahan beberapa bulan kemudian ada masalah di bagian ring seher ternyata mudah kemakan alias aus. Turun mesin lagi sama ganti karbu (dipinjami) dan normal lagi bertahan beberapa bulan juga. Sampai akhirnya sekitar 2 tahun lalu sekalian saya rencana ganti primer sekunder dan karbu tiger agar lebih nyaman di rpm bawah juga tengah. Nah disinilah saya ada sedikit kekecewaan karena motor mendekam sudah hampir setahun karena saat itu memang antrian mesin garapan mas Danu sedang banyak dan mas Danu sendiri harus merawat bapak mertuanya bolak balik RS Jogja ke bengkel Muntilan hampir tiap hari begitu terus. Sampai akhirnya karena saya posisi juga surat surat motor sudah jatuh tempo dan waktunya gesek fisik ganti plat nomer terpaksa saya ambil dan rencana saya urus suratnya dulu namun ternyata gak bisa. Beberapa bulan setelah saya ambil motor dari mas Danu malah dapat kabar kalau dia kecelakaan di depan pom bensin yang biasanya kami pakai untuk ngopi sambil ngobrol. Ride in peace mas Danu, banyak ilmu dan pelajaran hidup yang saya dapat darimu. Diluar sebagai montir/mekanik kamu adalah orang yang baik orang yang ngemong teman temanmu serta orang yang mampu mengajari tersenyum dalam kondisi apapun. Nasehat dan kebaikanmu akan selalu ku kenang.

509_1182644521747890_2012715739315794632_n

mblakrak ke B29 sama sedulur Gubugklakah

mblakrak ke B29 sama sedulur Gubugklakah

Kenangan terakhir buat offroad ke B29 ujung seher pecah ruang bakar jadi amburadul

Kenangan terakhir buat offroad ke B29 ujung seher pecah ruang bakar jadi amburadul

13432141_1245298792149129_1134802377346492844_n

Kenangan Terakhir sebelum masuk Bengkel mas Danu (Almarhum)

Kenangan Terakhir sebelum masuk Bengkel mas Danu (Almarhum)

Setelah beberapa bulan mendekam di pojokan rumah akhirnya saya ceritakan sama teman baru saya saat itu mas Kayyis orang asli Tuban. Setelah dapat gambaran nanti mau diapakan akhirnya motor beserta mesin saya towing eh di angkut ding pakai pick up. Semenjak saat itu masuk bengkel mas Kayyis biasanya di namai semar motor si GL100 alias petruk ini mati suri dan perlahan mendapat sentuhan medis eh mekanis maksudnya. Mas Kayyis selalu bilang kalau “sepurone mas motore sampean gak isoh cepet ” ya memang banyak PR nya juga agak susah nyariin sparepartnya. Tapi saya sendiri sudah me”woles”kan proses rehabilitasi eh rebuild maksudnya si GL100 ini.

Evakuasi Dengan Pick Up

Evakuasi Dengan Pick Up

Mulai Bangkit

Mulai Bangkit

Soul nya sudah mulai bercahaya

Soul nya sudah mulai bercahaya

Reborn, Wellcome To The Jungle

Reborn, Wellcome To The Jungle

Saya sudah tobat dan akhirnya petruk saya kembalikan ke fitrahnya GL100 standar. Yang jelas ganti tangki, jok serta rubahan rangka belakang trus kempol aki spakbor depan belakang. Sementara sih saya biarkan berkarat model rusty style gtu biar kesan liar nya dapat. Ya kini si petruk reborn, legend yang hidup kembali. Wellcome to the jungle big brother

Cerita ini masih akan bersambung sampai suatu saat nanti di Petruk jadi Ganteng 😀