Tampilkan postingan dengan label kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kota. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

[ JAKARTA ] Berpandangan Dengan Dia

Sebuah pengalaman yang sepertinya sudah biasa saja tentang berpandangan dengan seorang wanita. Bertepatan dengan perjalanan menuju Kampung Rambutan untuk meeting poin menuju trip Krakatau. Jumat 28 Juni 2013 saya berangkat dari Palbatu Tebet, Menuju dengan angkot biru jurusan Karet- Kampung Melayu dan tiba di halte Bus Transjakarta sudah menjelang Magrib. 

Ilustrasi Bus yang Saya Naikin

Oh tidak antrian lebih panjang daripada 2 kali saya datang sebelumnya. Bus Trans Jakarta pertama pun saya biarkan lewat begitu saja. Demi sebuah tempat duduk karena untuk menghemat tenaga maka bus kedua pun juga saya biarkan lewat begitu saja, namun tetap tenang karena di belakangnya masih ada 4 bus lagi. Dan mendarat kaki di bus ke 4, cukup penuh didalam bus namun saya berhasil mendapat tempat duduk. Dalam perjalanan menuju Kampung Rambutan tentunya bus berhenti di setiap halte. Entah darimanakah seorang gadis manis ini naek saya kurang faham betul. Sedikit ngantuk dan sesekali tertidur membuat saya tidak begitu menghiraukan sekeliling. Sekiranya di sekitar Pasar Induk saya baru sadar ada gadis yang berdiri di depan tempat duduk saya. Maaf karena saya juga capek maka tempat duduk pun tak saya bagi. Berdiri sambil sesekali dia melirik ke arah saya dan sekali-duakali kepergok oleh saya dia sedang melirik. Tak lama dia berdiri sampai di halte apa lupa namanya dia pun akhirnya dapat tempat duduk dan entah kebetulan atau apa dia duduk tepat di depan saya. Gadis manis bersahaja dan pemalu yang ternyata kalau di perhatikan semakin mirip Sulis penembang Ummi. 

Ilustrasi Gadis Manis mirip dengan Sulis

Masih belum bosan dia mencuri pandang kepadaku dan meskipun berkali-kali juga ketahuan. Pada akhirnya saya terkena semacam sirep dan berbalik menjadi saya memandangi matanya yang sesekali dia mengetahui dan seperti ingin- ingin tersenyum padaku tapi malu. Yasudah sudah terlanjur ini maka nikmati saja toh dia juga tidak risih berpandangan denganku. Hingga akhirnya halte terakhirpun tiba, yaitu halte Kampung Rambutan. Semua orang turun termasuk Dia dan Saya, turun dari bus pun saya masih mencari-cari apakah dia akan ke terminal dalam kota dan apakah malah dia adalah salah satu peserta trip krakatau lampion trip??? Oh saya terlalu berharap banyak kepada gadis manis yang mirip Sulis ini. Bayangan serta pandanganku hilang bersamaan seret langkahku meninggalkan halte bus Trans Jakarta itu.


Selasa, 02 April 2013

[ JAKARTA ] Three Days

Tiga hari yang luar biasa, sebenernya bukan luar biasa juga namun daripada saya bilang 3 hari yang menyebalkan juga kurang enak. Setelah kepindahan dari kantor lama di Bintaro ke Tebet JakSel saya mendapati beberapa penyesuaian diri dengan lingkungan baru. Perubahan harga kos- kosan dan harga makanan adalah yang utama mempengaruhi. Sudah pasti harga kos- kosan di Tebet lebih mahal daripada di Bintaro, disusul oleh harga makanan yang dibeberapa jenis lebih mahal. Waktu berjalan tak terasa begitu saja, sudah satu bulan lebih saya tinggal di Tebet. Sempat diawal waktu penyesuaian saya mengalami turun berat badan, mungkin di sebabkan belum terbiasa dan teratur makan di lingkungan yang baru. Tidak menjadi mengapa bisa jadi hal seperti itu adalah sudah lumrah, namun ada 3 hari yang menjadi luar biasa atau special. Tercetuslah ide untuk menuliskan 3 hari yang tidak biasa itu.
I. 
Satu hari yang pertama adalah ketika berencana pergi ke kota wisata cibubur dengan tujuan utama adalah kampung cina. Dengan dimulai mencari informasi bagaimana menuju kesana. Tibalah di hari H, saya menuju Blok-M sebagai transit pertama saya. Via bus transjakarta yang menampilkan cinema super besar di sepanjang jalan menuju Blok-M. Menikmati pemandangan dari atas bus transjakarta begitu menarik dengan objek kegiatan di sekitar jalan atau jalur bus. Berbagai macam bentuk manusia ada semua di tampilkan dalam layar super besar. Darisana pula sesungguhnya jika kita mau pun dapat mengambil banyak pelajaran yang baik. Banyak sekali tipe dan jenis manusia di jakrta ini yang sangat sulit untuk di klasifikasikan karena banyaknya. Tetiba di Blok-M maka cinema yang diputar akan berubah menjadi human interest di dalam pasar bawah tanah yang biasa di sebut lorong Blok-M. Harga yang di tawarkan sangat murah sehingga membuat pasar bawah tanah ini sangat ramai di kunjungi orang. Sekelebat saya menikmati aroma pasar, gemuruh teriakan dagangan, padat lalulalang manusia berganti menjadi gemuruh teriakan destination atau tujuan arah bus kopaja ataupun metromini. Satu setengah jam saya berdiri diantara riuhpikuk orang kesana kemari serta kepulan asap pekat menyembur dari pantat bus mini namun bus yang saya harapkan tak jua datang. Setelah menyerah dan memaksakan diri untuk bertanya namun masih ragu karena duit dalam kantong diatas 50ribuan semua, akhirnya saya menunggu seorang selesai bertanya. "Pak kalau ke arah cileungsi lewat sini juga gak???" asongan : "iya mas lewat" *dengan ekspresi datar, "kok sudah satu jam lebih tidak lewat ya pak???" asongan : "kalo hari sabtu memang tidak ada yang beroprasi mas busnya!!! *ekspresi wajah mulai bete" , "ohhh, kalo mau naek bus transjakarta diimana pak???" asongan : "turun aja mas cari di bawah!!! *makin jelas si bapak bete menjawab pertanyaan saya". Saya sadar dan tau kenapa si bapak asongan bete mendapati pertanyaan saya, biasanya saya menggunakan jurus maut yaitu beli dulu baru bertanya. Seperti yang dilakukan si bapak sebelum saya bertanya ke asongan itu, dia membeli minuman yang harganya duakali lipat namun nampak biasa saja karena dia juga butuh informasinya. Sengaja saya tidak ikutan membeli kemudian baru bertanya agar mulus dan lancar, karena saya mengetes apakah saya akan mendapati perlakuan yang sama atau tidak dengan si bapak yang membeli dahulu kemudian bertanya. Jelas bukan jawabannya "membeli" info lebih lancar rupanya daripada meminta info.

Bus tujuan cileungsi tidak beroperasi di hari sabtu minggu karena sepi penumpang maka saya mengarahkan diri menuju Kota Tua. Kembali menaiki bus Transjakarta trayek Blok-M <--> Kota saya melesat tanpa berpindah bus. Belum sampai satu jam berdetak saya rupanya sudah tiba di halte busway kota. Melewati lorong- lorong saya mampir sebentar di mushola menunggu saat dzuhur tiba. Berakhirnya shalat dzuhur saya melanjutkan perjalanan menuju kawasan museum fatahillah, dengan segala keramaian dan terik panas membakar kulit, keringat membasahkan tubuh saya menikmatinya dengan mengarahkan kamera kecil saya krek, krek saya dapatkan beberapa foto. Anak kecil seumuran anak Sekolah Dasar berseliweran bermain kejar mengejar di area lapang halaman museum menarik perhatian saya untuk mendekat. Sesungguhnya mereka ini adalah model dengan bayaran seiklasnya untuk di foto bersama pengunjung. Meninggalkan kawasan museum saya bertolak menuju tebet untuk pulang kekosan karena hari sangat panas dan bikin malas. Tanpa di dudag tanpa di nyana- nyana saya malah bertemu yunior saya sewaktu masih aktif di laboratorium Bengkel Mekatronika, di lanjutkan dengan obrolan ringan mengenai berbagai destinasi dan after graduate lalu membahas kamera saya kemana kenapa berubah menjadi kecil.




























II.
Hari Dua
Dua hari berurutan di awal bulan april terisi momen yang kurang enak. Berawal dari tidur panjang setelah selesai shalat subuh kembali tidur dan baru bangun menjelang dzuhur. Masih dengan malas menempel di kepala dan punggung membuat saya berleha leha saja di kamar sambil mendengarkan lagu kedamaian. Tak lama kemudian kira- kira pukul 14:xx di depan kos-kosan mendadak ramai sekali, ketika ku tengok keluar rupanya sedang ada persiapan shoting acara salah satu stasiun TV. Semliweran kabar burung terbang kesana kemari konon katanya bakal datang artis humor Narji dan artis Sinetron Andika. Terasa musik yang kudengar semakin pelan namun volume tak sedikitpun saua kecilkan, rupanya suara di dalam kamar kalah dengan ramainya riuh- riuh penduduk kampung yang memadati area sekitar TKP. Dalam luasnya megapolitan seperti Jakarta ini rupanya masih ada kampung yang penduduknya beneran hidup dalam suasana kampung. Bagaimana tidak??? dengan hadirnya seorang Narji dan Andika hebohnya mengalahkan kedatangan pak RT atau RW yang sesungguhnya memiliki peranan jauh lebih penting daripada seorang artis. Trus bagaimana dengan saya sendiri??? ya saya juga ikut menikmati keramaian yang ada. Berbeda halnya dengan penduduk setempat, saya lebih tertarik dengan keadaan yang begitu ramai berjubal sehingga menampilkan begitu banyak objek yang dapat difoto.

Gambar di samping kiri adalah menampilkan kiprah seorang art director yang sibuk kesana kemari menyiapkan acara dan artis bintang tamunya. Mbak ini lah yang lebih berjasa dan banyak bekerja namun cuma di balik layar. Wajahnya yang manis dan menawan menarik saya untuk mengarahkan kamera kepadanya, ya gadis berkerudung biru saya menjulukinya.






Masih dengan orang di balik layar keceriaan acara SC*TV dengan judul it bu la ga. Terlihat seorang crew keamanan artis sedang bersungut- sungut beradu mulut dengan penduduk yang menunggu kedatangan artis. Si ibu pun tak mau kalah karena merasa dia pemilik desa yang di gunakan shoting. Tak berkurang sedikitpun keberanian si ibu meskipun sedang menyusui anaknya dengan payudara palsu :P





Berbeda dengan crew berkaos hitam ini, mereka tidak bersungut- sungut untuk mendesak para pengunjung agar mundur sedikit dari jalan para artis yang akan lewat. Mempersiapkan peralatan shoting sudah menjadi kebiasaan crew berkaos hitam ini, tanpa bantuan crew inipun saya yakin betul acara bakal kacau balau bahkan tidak berjalan di TV.






Tidak selesai begitu saja, namun setibanya para artis di lokasi membuat keramaian semakin memuncak dan membanjiri jalan sempit depan kosan. Anak- anak kecil, para gadis remaja, bapak- bapak paruh baya, ibu- ibu beserta anak bayinya, serta kakek kakekpun gak ingin kalah ketinggalan serunya menengok wajah Narji yang ikonik.

narji tertutup oleh para pengunjung

iba saya melihat anak bayinya yang sedang di susui dengan payudara palsu

mendekati kedatangan Narji jalanan semakin terbanjiri



























Tentu kejadian seperti ini sedikit mengganggu saya yang akan keluar dari kosan karena benar benar tepat terjadi di depan kosan saya. Semua foto hanya saya ambil dari atas kosan karena daripada mubadzir tidak di jepret. Waktu menunjukkan pada 16:xx yang artinya saya harus segera berangkat kekantor namun apa daya jika jalanan sedang di blokir sayapun tak bisa keluar dari kos-kosan. Sabar mennunggu beberapa saat akhirnya acara selesai juga dan saya pun dapat berangkat menuju kantor.

Narji yang berkaos biru di belakang kaos merah



























III.
Hari Tiga
Hari tiga adalah hari ini yaitu pada tanggal 2 april 2013, dimana hari ini adalah hari yang penuh kejutan. Bangun tidur mandi dan bla bla seperti pada umumnya. Melangkah keluar dan mata menuju ke sebuah warung makan untuk mengisi perut sebelum ke ambasador mall. Seusai makan dan berjalan sedikit menuju jalan raya saya dikejutkan oleh sebuah mobil sedan hitam mulus. Posisi saya di tepi jalan sudah mepet dengan GOT, namun apa yang di lakukan sopir tak tau tata krama itu??? srettt dia menyerempet saya sehingga lengan saya terkena spion mobil mulus dia. Alhamdulillah tidak terjadi luka parah tapi lumayan mengagetkan dan sedikit nyut- nyut. Semoga Tuhan memberkatinya agar lain kali sopir tak tau sopan santun itu berhati- hati dan menghormati pengguna jalan lainnya.

Lanjut ke jalan raya menunggu ada angkot 44 lewat menuju Ambasador mall. Tetumbenan hari ini angkot yang lewat hampir penuh semua sampai ketika sudah 15 menit lebih menunggu baru ada angkot yang tidak penuh. Tak lama saya tiba di depan Ambasador mall tak pakai lama saya langsung masuk ke dalam mall. Muter- muter di sekitar lantai 3 mencari Gramedia kok tidak ada, apakah sudah tutup??? ternyata salah lantai hahahaha. Sesuai saran cleaning service saya menuju dua lantai di bawahnya letak Gramedia di depan lift tengah. Masuk Gramedia yang pertama saya tuju adalah biografi mencari buku hasil tulisan sujiwo tejo namun buku yang ada sudah saya beli keduanya. Berpindah ke arah novel barangkali ada novel tentang perjalanan yang bagus, rupanya belum ada novel perjalanan selain titik nol. Tinggalin novel berganti ke fotografi, sekedar membaca training mandiri secara singkat ya satu jam sudah cukup mencuri ilmu disini. Berakhir dengan membeli buku Titik Nol dan Emha Ainun Najib.

Sebelum pulang dan masuk kerja saya sempatkan mampir keude temen saya di foodcourt Ambas lantai 4, Keude Anak Nanggro namanya. Sambil menikmati teh tarik yang mantap tiada dua saya sambil membaca sebentar buku Emha :).


Pulang bersiap untuk bekerja mencari sesuap nasi. Sesampainya di depan kosan rupanya shoting berlangsung kembali seperti hari yang lalu. Ya ramai dan ramai memenuhi jalan depan kosan saya, decak heran yang saya lakukan melihat keramaianya. Perkiraan shoting cuma sehari rupanya masih ada shoting lanjutan dalam acara yang sama yaitu it bu la ga. Kehebohan pendudukan masih belum berubah bahkan bisa dibilang makin menggila dengan kehadiran artis cewe yang cantik dan sexy. Saya sendiri tidak ikut dalam euforia dan kehebohan pesta masyarakat it bu la ga namun tetap interest  dengan gegap gempita yang terjadi di depan kosan. Sambil melihat saya arahakan kamera kecil ke beberapa sudut yang menarik dan unik. Tak lupa juga mengarahkan ketika sorak sorai meneriakin artis yang keluar dari rumah menuju area shoting sebagai bukti saya tidak membual besar.

Jalanan sesak penuh penduduk menyerbu


Anak- anak sekolah bukannya pulang dulu malah langsung nungguin Narji
Bidik- bidik sraphhh...
Anak- anak dan orang dewasa siap dengan handphone kameranya

Narji, artis cewe dan Andika di tengah kerumunan warga



Ini dia yang membuat depan kosan saya ramai riuh



























Dibalik keberhasilan itu semua pasti ada orang orang di balik layar yang jasanya tak terlihat oleh pemirsa TV, Justru orang orang ini yang membuat saya salut. Dengan kejadian ini saya jadi inget tentang si "bertepuk tangan di tepi jalan", ya orang yang membuat orang lain lebih terkenang atau terkenal dengan menghilangkan dirinya. Atau dalam versi naik gunung adalah Porter yang mempersilahkan pendaki atau penaklukh gunung sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak gunung.




























Mungkin semua crew dan artis tidak sadar jika di sebelah mereka adalah rumah keabadian. Dengan hamparan tanah berumput subur yang menjadi tempat peristirahatan terakhir jasad tak bernyawa tak jauh dari lokasi shoting. Hanya berbatas pagar setebal 10cm kuburan kassablanka ini tak membuat takut para crew dan artisnya




Selasa, 18 September 2012

[ JAWA ] Solotravell Menyusuri Pulau Jawa. ( Jakarta - Surabaya - Solo - Boyolali - Bandung )

Rencananya ke surabaya mau ke nikahan senior kampus tapi eh ada tapinya. ya hari itu jumat 14 september 2012 aku berangkat dari bintaro menuju stasiun pasar senen. kereta kertajaya jurusan pasar senen - pasar turi berangkat pukul 15.35. dari pukul 11.00 aku sudah siap di stasiun pasar senen karena takut setelah shalat jumat baru berangkat malah ketinggalan. usai shalat jumat aku menunggu 2 jam lebih lamanya awalnya masih menikmati sambil liat orang orang dengan berbagai keunikannya tapi lama lama mati gaya juga.

berangkattt...
 akhirnya terompet panjang kereta api di bunyikan dan itu tandanya kereta sudah mau berangkat. bergerak pelan kereta meninggalkan jakarta menuju surabaya. tak banyak cerita dalam kereta cuma ada sesosok gadis manis di depan bangku yang sesekali dua kali mencuri pandang padaku. Tapi apa yang terjadi aku malah takut menatapnya karena di sebelah gadis itu adalah kakaknya yang berpotongan preman. maka dari itu lupakan saja cerita tentang gadis manis, lanjut saja ke stasiun pasar turi, ya aku tiba di pasar turi pukul 05.4x dan riuh supir taksi, ojek dan supir becak menyambut kedatngan rombongan kereta kerta jaya. karena aku g tau apa2 dari pasar turi maka lengah sudah kena rayuan sopir ojek menuju hotel asia. Padahal setelah kupelajari jalan dari stasiun menuju hotel asia gak lebih dari 2 km tau gtu kan aku jalan kaki saja menuju hotel. Tapi tidak apa apa itung itung buat membuka jalan menuju surabaya.jam 6 sudah sampai hotel dan kamar masih penuh semua alhasil aku jalan jalan dulu ke tugu pahlawan yang hanya 500-600m dari hotel. ada beberapa anak muda yang sedang olah raga pagi, mengingat hari itu adalah hari sabtu.

patung sukarno di tugu pahlawan
tugu pahlawan
setelah dari tugu pahlawan masih jam 7 lebih saya pikir tidak salah jika jalan jalan sambil ke stasiun untuk memesan tiket pulang. cari info sana sini ternyata tiket kereta apapun untuk balik ke jakarta paling cepat adalah tanggal 22 september. wah bisa geger di kantor kalo aku balik tanggal 22 hahahaha, akhirnya setelah putar cara dapat lah ngeteng bis dari surabaya menuju solo kemudian boyolali mampir ke bandung dan sampailah di bintaro.
selesai cek in di hotel saya melanjutkan jalan menuju house of sampoerna, ya sebuah museum dan pabrik rokok sampoerna yang letaknya tak jauh dari JMP. dari hotel saya naik angkot lmj menuju jmp dengan membayar 3000 dan berjalan beberapa ratus meter menuju tkp.



 setelah selesai mendengar penjelasan dan sejarah tentang house of sampoerna saya melanjutkan jalan jalan ke monumen kapal selam, dengan jalur kembali dulu ke arah JMP kemudian dari JMP naik angkot dengan N jurusan bratang.

 konon katanya monumen kapal selam ini dahulunya adalah kapal selam buatan rusia tahun 1952 dan di beli indonesia pada tahun 1962, pada tahun 1998 kapal selam inilah di pindahkan ke surabaya dan dijadikan monumen. di bagian depan terdapat torpedo haluan dengan berat 1,7 ton dengan bahan penggerak batere untuk memutar baling baling. untuk masuk ke monumen kapal selam ini dapet membeli tiket seharga 5000 rupiah. di samping monumen kapal selam terdapat taman skateboard dan bmx yang terdapat juga patung suro & boyo


 karena malam harinya ada acara resepsi pernikahan mas ganes saya memilih untuk kembali ke hotel istirahat dan bersiap sebelum berangkat ke wisma pagesangan di daerah menanggal.

hari kedua pada 16 september 2012 dimulai dari pagi hari pukul 08.00 sekaligus saya cek out dari hotel memilih Suramadu sebagai tujuan pertama hari itu. dengan menaiki angkot R2 saya diantar sampai di bawah TOL Suramadu sebagai gantinya saya membayar 3000rupiah.





jalan beberapa km dari suramadu maka ku dapatkan sebuah pasar yang katanya dipasar itulah saya bisa menunggu angkot menuju pantai kenjeran dan klenteng sanggar. tak lama menunggu datanglah sebuah angkot R2 menuju klenteng sanggar yang disana juga terdapat waterpark, di sinilah saya sempet ngobrol dengan ibu2 di angkot. ibu bertanya dari mana saya dan mau kemana, kok tau klenteng dan pantai kenjeran padahal orang luar jatim. sebelum menuju klenteng sempet di tawari oelh si ibu untuk sekalian ikut ke water park yang berada sekitar 1km dari kleteng sanggar.





setelah capek dan lapar muterin klenteng sanggar searah berjalan keluar kawasan klenteng saya melihat ada warung mie ayam dan lontong balap, akhirnya memilih makan sebentar dan menikmati teduhnya tenda di bawah pohon. kenapa pesan dua porsi karena ternyata satu porsi mie ayam masih kurang hehehe, dan inilah lontong balap yang katanya terkenal di suroboyo rek.
lontong balap isinya lontong, toge, seledri, tahu, dan bakwan dengan di guyur kuah petis.
 selesai makan mie ayam dan lontong balap saya memilih istirahat sebentar sambil ngadem. eh beberapa menit kemudian ada bonus hiburan ternyata di sirkuit kenjeran park sedang ada balapan gokart, ya karena saya juga penggila kecepatan tidak ada ruginya melihat sebentar sambil mengambil gambarnya. 5 menit cukup untuk mengambil gambar dan selanjutnya saya segera menuju masjid karena sudah jam 13.00, selesai shalat udah buru buru aja mau ke pantai kenjeran yang letaknya tak jauh mungkin sekitar 7 km dari area klenteng. sambil menunggu agak sore saya akhirnya ngadem di mesjid baiturahman kenjeran sampai jam setengah 3 baru kahirnya menuju pantai kenjeran. saya kira jam tiga pantai sudah sepi dan enak buat foto, eh ternyata masih rame dan ada acara dangdut koplo pulak makin rame aja deh. setelah keliling sebentar liat situasi dan mengenal area saya memilih berdiam diri sejenak di mushola pantai kenjeran sambil menunggu sore.
 



16 september 2012 setelah usai menghabiskan sisa waktu di surabaya aku langsung menuju terminal bungur asih di anter oleh ribut teman satu laborat dulu waktu dikampus, thanks ya but. sampailah di terminal bungur asih dan ada opsi naek bis patas atau AC sesuai saran ribut aku akhirnya naek bis ekonomi tapi dengan antrian keberangkatan pertama adalah sumber kencono. Ya memang aku sendiri penggila kecepatan tapi kalo di suruh naek sumber kencono ya mikir mikri lagi. di belakangnya antre bis MIRA yang ku kira akan berjalan santai dan sampai disolo adalah pukul 5 subuh, ternyata tak bedanya dengan sumber kencono. Supirnya degleng juga ternyata baru jam 2 pagi sudah tiba di solo yang akhirnya membuatku bingung lah trus nanti sampai boyolali jam berapa ini??? ya belum ada angkot tho ya, mana hape mati pula ga bisa minta jemput sama ayah. tapi gak papa nekat aja langsung ke boyolali karena memang bis solo semarang beroperasi 24 jam.sampai di boyolali pukul 3 kurang dan memang masih sepi yang ada hanya tukang ojek. langsung di tawari ojek dengan harga 20rebu, dalam hati walah kalo di boyolali ya masak sama di tempat wisata :P, tawar menawar dapatlah 10 ribu dan alhamdulillah dianter sampai rumah.masih jam 3 lebih saya sampai rumah langsung memilih tidur dan pasti di bangunkan ayah pukul 4.30.


begitu bangun tidur dan selesai sembahyang saya tidak mau menyia nyiakan waktu selama di rumah, sempat tidur lagi untuk setengah jam sepertinya cukup untuk kembali berkelana menuju karang anyar. candi sukuh dan candi cetha yang terletak di karang anyar menjadi tujuan traveling selama di rumah.


selamat datang candi sukuh





















beberapa point penting yang menarik perhatianku selama di surbaya adalah :
1. tidak semua orang yang di surabaya bisa dan ngerti bahasa jawa, buktinya dengan PEDEnya aku bertanya pada orang di pinggir jalan "pak lek arep nenggone jembatan suramadu iku numpak angkote sing opo?", OP : hah apa dek? ke suramadu??? (dalam hatiku apa ni orang ga tau bahasa jawa ya kok tanya lagi), iya pak ke suramadu naek angkot apa ya?, di jelasinlah bla bla bla dengan bahasa indonesianya yang fasih
2. tidak semua orang surabaya ngomongnya kasar, lagi lagi dengan pedenya waktu diangkot aku tanya ke sopir "pak iki lek arep balik neng JMP numpak'e angkot opo yo pak?, lek wes bengi iseh ono angkot gak?" , iyo dek angkote sampe ndalu, mengkeh sampean numpak angkot R koyo sing sampean tumpaki niki. (jahhhhhh si bapak malah pke bahasa ngoko alus, jleb jleb jleb)
3. tersentuh waktu ada ibu penjual dengan gerobaknya yang sangat baik hati, semoga rejeki ibu di lancarkan oleh ALLAH amin.
4. kejujuran seorang kondektur bis. malam itu kembalian 500rupiah pun di kembalikan kepada yang berhak. dalam hatiku cuma berkata "coba dijakarta sisa seribu pasti disikat kayak yang sudah sudah pernah ku alami"


tak lupa terekam dalam video perjalanan :