Jumat, 25 November 2011

[ BANDUNG ] Moko Negri Di Atas Awan Bandung

Suatu hari saya di ajak untuk pergi ke sebuah tempat. Moko nama tempat tersebut, ya MOKO adalah sebuah nama warung yang terletak di bukit caringin tilu artinya bukit yang terdapat pohon beringin berjumlah 3. Moko terletak di Kecamatan Cimenyan, kurang lebih 5 KM dari Saung Angklung Udjo yang terkenal ampe ke luar nagreg. Kafe moko yang terletak di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut ini, menawarkan cemilan dan minuman untuk menemani pengunjung sambil bersantai dan menikmati indahnya kota Bandung dari ketinggian.
"Warung Daweung artinya adalah, warung untuk melamun sambil menikmati pemandangan kota Bandung dan nikmatnya merasakan buaian angin segar," terang pemilik Warung Cidaweung, Acih. Cemilan seperti mie, gorengan dan makanan berat seperti nasi timbel semakin menambah nikmatnya melamun sambil mendengar alunan nada daun-daun bergoyang, yang berasal dari hutan pinus yang terletak tak jauh Warung Daweung ini.
Sama seperti Dapur Caringin Tilu, kafe yang berdiri dari tahun 1999 ini juga menawarkan harga yang 'manusiawi'. "Harga untuk makan dan cemilan berkisar dari Rp 4 ribu hingga Rp 20 ribu. Untuk minuman berkisar dari Rp 2 ribu hingga 10 ribu, "tandas Acih sambil mengencangkan jaketnya karena udara semakin dingin. Sebelum sampai kafe Moko di sepanjang jalan caringin tilu terdapat warung di pinggir jalan yang juga menjajakan jajananya.
sambil nunggu temen saya nyampe saya ambil foto sekedarnya

caringin
sore itu kami sampe di puncak kafe moko pukul 5.xx wib dan langsung hunting foto sebelum adzan magrib berkumandang.
sampelah di moko
kebun bunga diatas bukit
kafe moko
surau
 mungkin bagi yang punya pacar bisa bermesraan di bukit moko ini.sayangnya status saya adalah single waktu ke bukit tersebut hahahahahaha

make a memori

 sebelum matahari terbenam saya berhasil mengambil gambar. dengan modal d90 plus lensa 18-55 saya gunakan mode braketting untuk menghasilkan foto HDR :D
HDR dengan PS
HDR gagal
SS dan F sempit

rada aneh karena filter tumpuk


city light of bandung

makro

taste of colour

taste of colour 2
setelah capek foto foto saatnya TS numpang narsis dikit hehehehe

brightside
latah kamera
mejeng bareng temen hunting


Rabu, 23 November 2011

[ SOLO ] Solotraveller ke Kaki Gunung Lawu

Niat nekat pergi sendirian ke kaki Gunung Lawu pagi itu. Ya sebenernya biasa aja tapi karena cuaca hujan dan tidak langsung dapat ijin dari ibu makanya saya bilang nekat. Dan ternyata benar sesampainya di aer terjun Jumog Karang Anyar desa Ngargoyoso. Kok Jumog lagi??? Yapp bener bgt saya sudah dua kali ke aer terjun Jumog ini.

Begitu turun ke bawah ambil gambar di kolam renang aer terjun jumog dan sungainya eh hujan langsung turun lebat bgt. Setelah rada reda saya lanjut ke aer terjunnya, meskipun masih gerimis romantis mengundang ( sayangnya g jadi romantis karena saya sendiri ) . Di bawah aer terjun Jumog saya ambil gambar beberapa kali dan film beberapa kali eh hujan gede lagi.

Istimewanya aer terjun ini adalah meskipun di guyur hujan aer sumber aer tejunnya tidak berubah coklat masih tetep bening.





Itu kondisi hujan dan aer masih bening.

Setelah rada puas akhirnya saya naek keatas dan nunggu hujan reda. Sambil nunggu hujan reda saya di datangi pak polisi di pos informasi loket aer terjun jumog. pak polisi banyak tanya2 dan saya jawab deh.

PP : "dek saking pundi???"
SY : saking Boyolali pak kulo, nanging mpun 5 tahun wonten Bandung.
PP : Kamerane sae nggih regine awis nggih dek?? niki kulo duene namung kamera cilik ngeten (sambil ngeluarin kamera poket)
SY : Walah mboten kok pak niki namung mirah pak. loh niku nggih mpun sae pak kamerane :D
PP : Dek yen ngeten niki pripun tho??? (pak polisi nanya penggunaan kameranya, mulai dari ISO, fokus point, metering, mode pengambilan gambar, WB, dan flash)
SY : ohhh ngeten pak..... (jelasin dikit dikit bla bla bla...)
PP : Matur nuwun lo dek malah di ajari sisan... oh nggih niki foto jepretan kulo (sambil nunjukin foto dokumentasi pimpinannya dan ada beberapa foto penyergapan imigran gelap di kaki Gunung Lawu)

Cerita dari pak polisi bahwa di Karang Anyar desa Ngargoyoso ada puluhan imigran gelap asal Pakistan, Palestina, Iran yang pengen menuju Australia. Katanya di Ausi penduduknya dikit jd g begitu bermasalah dengan Imigran gelap. Setelah rada reda hujane saya lanjut ke aer terjun Parang Ijo yang berjarak 4 KM dari aer terjun Jumog. Dengan membayar tiket 2500 saya dapat menikmat keindahan aer terjun Parang Ijo. sialnya di aer terjun Parang Ijo lebih banyak orang pacaran daripada sekedar maen atau hunting foto.







sampe sampe saya susah mendapat gambar yang bersih dari kerumunan orang pacaran :( :P

akhirnya saya cuma ambil gambar seadanya aja :P

mungkin setelah sejam di aer terjun parang ijo saya melanjutkan ke aer terjun seribu (grojogan sewu) di tawang mangu

bertanya pada tukang parkir katanya 30menitan ke grojogan sewu tawang mangu
ternyata bener sekitar 30 menit saya sampai di loket 2 grojogan sewu :D







kalau langsung di tkp aer terjunnya rada coklat dan aer di sungainya emang coklat gan rada kecewa saya karena berharap aernya bening bgt. ternyata efek hujan yang sangat deras gan jadinya aernya "mubal"

karena jam 16.00 loket 2 di tutup maka jam 16 kurang seperempat saya cabut dari lokasi aer terjun.
dan sampe di parkiran motor jam 16.xx lanjut ke telaga sarangan di magetan jawa timur.
sebelum sampai tekaga sarangan saya sempat melewati cemoro kandang yang merupakan point masuk untuk mendaki gunung lawu.

cemoro kandang adalah desa pertama kota magetan dan cemoro sewu adalah desa terakhir kota karang anyar.





di telaga sarangan kabut tebal dan masih gerimis dan saya tidak mendapat apapun.
 sekedar gambar kenang kenangan saya ambil meskipun tidak sesuai keinginan. inisisatif membeli gorengan dan niat ngobrol dikit dikit sama ibu penjual gorengan, dari hasil ngobrol ngobrol adalah
biasanya sabtu minggu telaga sarangan rame dikunjungi dari berbagai kota di sekitar jawa tengah dan jawa timur. di telaga sarangan banyak di sediakan hotel hotel muali dari yang murah sampai yang mahal.
untuk hiburan di telaga sarangan ada perahu boat yang bisa keliling telaga dan kuda yang mengelilingi jalan setapak di samping telaga.
kecuali ngobrol dengan ibu penjual gorengan saya juga sedikit ngobrol dengan warga setempat yaitu seorang gadis berkerudung abu abu manis dan lembut. sayangnya g tanya namanya dan minta nohape hahahahaha


pengeluaran selama solo traveller

bensin 10.000
tiket masuk desa ngargoyoso 1000
tiket aer terjun jumog 3000
parkir jumog 2000
tiket aer terjun parang ijo 2500
parkir parang ijo 2000
tiket masuk desa tawang mangu 1000
tiket masuk aer terjun grojogan sewu 6000
parkir grojogan sewu 2000
isi bensin lagi di cemoro kandang 5500
beli gorengan di sarangan 2000
isi bensin di terminal tirtonadi 7000

Senin, 14 November 2011

para pemuja matahari

novel tentang seorang traveller wanita yang melakukan perjalanan ke beberapa tempat di pulau jawa.
ya seorang wanita yang hampir tidak pernah mendapat ijin dari ibunya untuk jalan jalan dan nekat kabur dari rumah.
ya mungkin gadis itu senasib denganku yang sebenernya tidak boleh pergi2 oleh ibu saya.

para pemuja matahari


dalam buku ini di ceritakan bahwa si gadis nekat menyamar menjadi cowo agar lebih aman dalam melakukan perjalanan sendirian.

dalam buku ini banyak cerita yang akhirnya mampu membuat saya iri untuk mengunjungi tempat yang belum saya kunjungi. dan tempat yang paling menarik untuk saya kunjungi pertama kali adalah di baduy. tergambarkan bahwa suasana di baduy mengingatkan suasana di desa nenekku 10 tahun yang lalu dimana sungai masih jernih, pohon pohon yang rindang, hutan yang masih alami, belum masuknya listrik adapun listrik karena salah satu orang didesa yang punya duit membeli batere untuk menyalakan tivi dan untuk dinikmati rame2. sungguh membuatku ingin balik ke masa itu.
oke balik lagi ke buku para pemuja matahari. salut kepada naia yang sudah berhasil mencicipi pulau jawa bagian barat timur dan tengah. nice trip dan selamat buat naia yang sudah membuat saya iri.

statement yang satu pendapat dengan saya di buku ini adalah : "pergilah keluar maka kamu akan merasa beruntung dan akan bertemu orang2 dengan berbagai macam cara untuk menjalani hidupnya"

dunia ini luas bro...

pemuja matahari di mata saya adalah :


























Minggu, 13 November 2011

AIR SOFT GUN

Airsoft adalah sebuah olahraga atau permainan yang mensimulasikan kegiatan militer atau kepolisian, yang menggunakan replika senjata api yang disebut airsoft gun.
Permainan airsoft awalnya dimulai di Jepang pada tahun 1970-an, dimana kepemilikan senjata api sangat sulit atau tidak mungkin untuk didapatkan karena ketatnya peraturan, kemudian para pencinta senjata lalu mencari alternatif yang legal untuk melakukan hobi mereka. Dan sekarang kegiatan airsoft paling populer di Jepang, Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Macau, Korea Selatan, dan juga menyebar ke Filipina dan Indonesia.

Mainan airsoft atau airsoft gun, memiliki bentuk luar yang merupakan adopsi dari senjata api yang sering disalah artikan sebagai "replika". Pada kenyataannya airsoft gun bukanlah dan sama sekali berbeda dengan replika senjata api. Airsoft gun biasanya berukuran 1:1 (satu banding satu). Airsoft Toy Guns dibagi menjadi tiga jenis utama berdasarkan tenaga penggeraknya: spring (berpenggerak pegas), elektrik, dan gas. Pada jenis spring, peluru ditembakan oleh per, dan harus dikokang setiap sebelum menembak. Pada jenis elektrik, mainan menggunakan motor / dinamo elektrik yang dijalankan dengan tenaga baterai. Dan pada jenis gas, mainan dioperasikan dengan menggunakan gas tekanan tinggi, yang biasanya berupa campuran propana dan polysiloxane.


Peluru airsoft

Peluru yang dipergunakan berbentuk bulat berbahan plastik padat dan biasa disebut BB (Ball Bearing). Ukuran butiran ini berdiameter 6 mm dengan berat bervariasi dari 0.12 gram sampai 0.25 gram. Ada beberapa ukuran khusus peluru berukuran tersebut mencapai berat 0.80 gram. Untuk yang terakhir ini umumnya tergolong airsoft yang penggunaaannya diawasi secara khusus, walaupun sangat jarang ditemui.

Alat pengaman

Karena permainan ini umumnya melibatkan saling tembak antar pesertanya, maka peralatan untuk melindungi anggota tubuh sangat diperlukan. Peluru airsoft ini pada umumnya ditembakkan pada kecepatan 200-400 kaki per detik (feet per second, fps), dan bila terkena mata dapat berakibat fatal. Oleh karena itu peralatan yang paling penting dalam permainan airsoft adalah pelindung mata dan wajah. Para peserta permainan harus melengkapi diri mereka dengan kacamata pelindung (goggle) atau topeng khusus untuk melindungi wajah (mirip dengan peralatan untuk paintball). Pakaian yang dipakai biasanya juga tebal agar mengurangi cedera atau rasa sakit.

Pakaian militer

Permainan ini adalah simulasi militer atau kepolisian, maka para peserta juga berusaha untuk berpakaian dengan gaya militer. Pakaian yang lazim dipakai adalah replika seragam satuan militer suatu negara, lengkap dengan loreng kamuflasenya. Selain pakaian, perlengkapan lain seperti rompi, helm, sepatu boot, dan sarung tangan juga diusahakan mirip dengan yang dipakai oleh militer dan kepolisian.Penggunaan replika seragam militer ini tidaklah bermaksud untuk meniru suatu kesatuan militer. Penggunaannya lebih kepada kepentingan penyamaran bentuk (kamuflase) agar tidak mudah dilihat lawan.

sedikit ulasan tentang air soft gun. sudah lama saya ingin memiliki salah satu dari mereka. dan yang paling saya inginkan adalah model rifle sniper. mungkin saya terinspirasi dari film film action hehehe

tapi karena harganya yang mahal sampe sekarang pun saya belum bisa memiliki salah satunya pun. :((

 ini dia model yang paling saya suka :D














dengan satu tembakan sangat dimungkinkan musuh langsung mati. banyak di gunakan oleh pembunuh bayaran tingkat tinggi. dan lebih banyak di gunakan diatas atap gedung2 perkotaan.

nice gun :D

sepatu belel

kali ini nyoba bikin tulisan tanpa berbau jalan jalan atau travelling.
judulnya sepatu belel ya karena saya akan menceritakan tentang sepatu belel saya yang sudah menemani saya jalan jalan ke beberapa tempat bahkan masih setia menemani kuliah hingga sidang TA berakhir dengan damai.

berawal dari pemberian seorang teman karena memang sepatu convers temen saya sudah tidak di pakai lagi.
sementara ngublek ngublek mbah gugel kok sudah tidak ada penampakan sepatu yang saya maksud ya... yasudah nanti di uplod lah kalo sudah di foto sepatu belelnya.





kenapa saya suka sepatu itu mungkin memang terkesan keren dan ketal banget sepatunya sampai sampai sudah jebol sana sini masih sering tak pakai. terakhir saya pakai untuk jalan jalan adalah ke krakatau. ya salah satu gunung aktif di indonesia yang namanya menjadi legenda karena ibunya pernah membuat gelap sebagian dunia selama seminggu lebih. dan menyebabkan perubahan cuaca secara global.

hehehehe tapi cerita tentang krakatau juga belum sempet di load di blog ini.
untuk saat ini kadang2 masih saya pakai ke kantor ya mungkin sebenernya sudah tidak pantas di pakai apalagi untuk kekantor. tapi jika hati sudah berkehendak apa mau di kata ya....


sayang sepatu yang seperti itu sudah tidak ada lagi yang jual. padahal pengen beli lagi sepatu yang sama.
mungkin sepatu belel itu akan tetap saya simpang meskipun sudah tidak saya pakai hehehehe padahal kemaren terpikir untuk saya bakar aja deh wakakakaka tapi sayang sayang sayang seribu sayang.

sepatu barunya :P




 :D














Kamis, 10 November 2011

[ BALI ] Nekat Ngegembel ke Bali


Karena gagal pergi ke pulau Lombok dengan tujuan rinjani, Sendanggile Tiukelep, Kuta, 3 Gili, dan beberapa spot laennya maka saya harus banting setir untuk menyalurkan duit yang sudah terkumpul. Ya akhirnya nekat memutuskan ke Bali entah ada teman ataupun mau sendirian. Dengan pengalaman selama 2 bulan pada tahun 2008 saat magang kerja sayapun langsung menetapkan tanggalnya. Setelah menawarkan ke kakak sepupu saya dan kaka saya mau maka berangkatlah kami berdua dari stasiun purwosari dianter oleh ayah dan ibu yang tadinya alot tidak membolehkan saya pergi pergi, tapi alhamdulillah dengan merayu ibu terus terusan akhirnya di kasih restu juga. hehehehe sebenernya saya tidak pernah boleh pergi jauh jauh oleh ibu hehehehehe maklum anak kesayangan :P

Dengan kereta api Sritanjung yang start dari Jogja kami berdua melaju menuju banyuwangi jam 09.00 pagi dari Solo. Tanggal berapa saya berangkat ternyata saya sudah lupa tapi yang jelas adalah bulan mei akhir.



Harga tiket 6 bulan lalu adalah 35ribu dari Jogja maupun Solo sama dengan tujuan akhir Banyuwangi.

Sampai di Banyuwangi pukul 22.xx dan kami berdua langsung mencari masjid untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan menyebrangi Selat Bali.

Pukul 23.xx waktu Banyuwangi kami membeli tiket ferry dengan harga 6000 per orang. Setelah menyebrangi Selat Bali kami tiba di Bali pukul 01.xx waktu Gilimanuk. Sesuai saran di blog dan group yang saya baca kami lanjut mencari bus sedang yang menuju Padang bai atau Ubung. Perjalanan selama 3 jam menuju Ubung Denpasar. Alhamdulillah sampe ubung pas subuh setelah shalat subuh saya mencoba menghubungi temen SMA saya Ucup panggilannya.

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya temen saya tiba dengan satu motor :D
(thanks to Ucup adi wijaya yang sudah banyak membantu selama saya di Bali)
Karena Ucup masuk kerja saat itu maka saya di tinggal kerja dan baeknya lagi Ucup meminjamkan motornya untuk keliling Bali :D pukul 07.xx waktu Bali saya mengantar Ucup ke kantor dan setelah itu saya langsung jalan jalan dengan tujuan Kintamani. hemmm ya Kintamani merupakan dataran tinggi di Bali dari sana saya bisa melihat Danau Batur.


Setelah dari Kintamani kami melanjutkan ke Danau Batur. Ya dari Danau Batur bisa ke desa Trunyan yang terkenal dengan kehidupan rakyatnya masih jauh dari sentuhan modernisasi. tidak ada penguburan mayat atau kremasi mayat.





setelah puas foto foto di kawasan danau batur ini kami langsung menuju denpasar lagi. karena waktu sudah menunjukan pukul 15.xx dan teman saya ucup minta dijemput pukul 17.xx di kantornya. Setelah jemput Ucup kami lanjut ke arah Kuta Bali. Dan disambut awan flat nan mendung. Dan tanpa hasil apapun hehehehe...

Hari kedua di Bali masih semangat 45 untuk mengunjungi tempat wisata. Tujuan pada hari kedua adalah di fokuskan ke arah aer terjun di daerah Singaraja. Tapi alam berekspresi laen sepertinya alam sedang sedih karena hujan mengguyur kami berdua. Setelah menengok bagasi motor terdapat jas hujan kami tetap melanjutkan perjalanan dengan menerobos hujan dan dingin. Rasa dingin kami rasakan ketika memasuki kawasan Bedugul. Di Bedugul hujan makin gede akhirnya kami mampir ke warung makan untuk teduh dan sarapan dahulu. Ngobrol brol ngobrol dengan empunya warung ternyata Pura Ulundanu merupakan tempat wisata juga. Karena sebelumnya saya pikir Ulundanu cuma tempat sembahyang umat Hindu Bali yang tidak boleh dikunjungi umat laennya.
Pura Ulundanu adalah pura yang temen temen semua selalu liat di uang kertas 50 rebuan :D




Selesai meng-explore Pura Ulundanu kami melanjutkan perjalanan menuju aer terjun Munduk dan Melanting. Ya jadi inget sesuatu pada saat berteduh di gubuk pinggir jalan. Tiba tiba ada telp dari no dengan kode area Jakarta. Ternyata dari kantor yang 3 minggu sebelum saya berangkat ke bali saya datangi untuk interview. Alhamdulillah sudah di terima kerja di salah satu perusahaan swasta di Bintaro, si bapak penelepon meminta saya esok harinya ke jakarta #whatttt>???? !@#$% saya masih di luar jawa dengan rada bingung saya jawab telpnya. Akhirnya di beri tenggang sampai hari senin minggu depan.

Rencana di Bali satu minggu full jalan jalan harus di pangkas menjadi 3 hari plus 2 hari perjalanan :((

balik lagi ke cerita menuju aer terjun Munduk dan Melanting. Ya dari gubug teduh itu kami tinggal menempuh 2-3 km lagi.








Air terjun terakhir adalah air terjun sekumpul terletak di desa lemukih masuk kabupaten singaraja. Jalur menuju air terjun ini memang tidak maen maen, benar benar seru dan menantang :D.



Setelah dari aer terjun terakhir di desa Lemukih yang jalannya naudzubilah susah dan ancurnya kami melanjutkan menuju joger Kuta.

Oh iya ada sedikit cerita sebelum memasuki desa Lemukih. Kami berteduh di rumah di tengah hutan gunung wisata Bedugul. Tidak tau desa apa udah hampir tidak ada lagi rumah makanya kami teduh dulu eh di sambut hangat oleh si bapak empunya rumah, dengan bahasa daerah Bali campur bahasa Indonesia si bapak tanya- tanya dan karena tau saya dari Solo akhirnya bapak bercerita kalau anaknya dapat suami orang Solo. Dia seneng banget pernah ke Solo katanya di Solo tanahnya subur, luas, adem, orangnya ramah ramah, kotanya tentram.

kesan yang sama yang saya dapatkan di bali yaitu orang orang Bali juga ramah ramah. Lanjut ke perjalanan kami di Bali. Karena masih gerimis dan hujan akhirnya sebelum pulang kami berteduh lagi di mesjid di daerah Bedugul. Kami bertemu muslim Bali yang orang tuanya berasal dari Singaraja





Dan kami sampai di Denpasar pukul 21.xx, pada hari ketiga kami berdua fokus mengunjungi pantai ya full pantai di hari ketiga ini. Untuk mengejar Sunrise dimana lagi kalau tidak di Sanur. waktu menunjukkan pukul 05.xx kami berdua langsung bergegas menuju Sanur. Alhamdulillah sampai Sanur masih kebagian sunrisenya. Bener bener mata tak bisa tergantikan merekam keindahan sunrise waktu itu kameraku tak bisa maksimal menangkap memori kala itu :((





setelah dari sanur kami bergegas menuju tanjung benoa yang dari tanjung benoa ini bisa menuju nusa penida dan nusa lembongan dengan kapal quiksilver g tau deh harag tiketnya berapo hehehe g naek soalnya.



Setelah selesai sarapan di Tanjung Benoa kami lanjut lagi ke pantai Suluban di daerah Uluwatu. Tapi pada saat menuju pantai suluban kami melihat pantai yang ternyata baru di buka dan nama pantai itu adalah geger beach


lanjut lagi ke tujuan utama yaitu pantai suluban



Masih di daerah Uluwatu, saya melanjutkan ke arah pantai Padang padang yang katanya surganya bule.



setelah melihat jam sudah mulai sore dan tujuan kami masih ada dua lagi yaitu joger untuk beli oleh oleh dan tana lot untuk penutupan hari itu hehehehe....




Alhamdulillah TUHAN selalu baik sama saya. Hampir di setiap perjalanan saya selalu di berikan cuaca yang indah dan membuat alam Indonesia semakin menawan :D terima kasih TUHAN. Malam harinya kami langsung pulang dengan dianter Ucup sampe terminal ubung. dari ubung naek bis kecil ke arah gilimanuk. 3jam kurang lebih perjalanan kami dari ubung ke gilimanuk.

dan akhirnya sudah diatas fery menuju banyuwangi




dan akhirnya pukul 07.xx kereta sri tanjung berangkat menuju solo.





Untuk rincian biaya yang saya ingat adalah
kereta sri tanjung solo- banyuwangi @35.000
kapal fery banyuwangi - gilimanuk @6000
bus gilimanuk - ubung @20.000
ojek ubung - kuta @20.000
biaya makan relatif murah sekali makan antara 7000-12000

untuk biaya yang karena kami dapat tumpangan dan pinjeman motor akhirnya gak keluar adalah hotel popis lane dan sewa motor
hotel per kamar mulai dari 50.000 - 100.000an
sewa motor per 24 jam mulai dari 50.000 - 80.000
oleh2 itung sendiri aja ya.....